Berita

​Implikasi Proyeksi Kependudukan 2014-2039 di Paparkan

​Implikasi Proyeksi Kependudukan 2014-2039 di Paparkan

WARGA SEHARUSNYA SEJAHTERA
TENGGARONG -  Dari hasil pemaparan data implikasi proyeksi penduduk terungkap 70 persen penduduk Kutai Kartanegara (Kukar) atau sekira 456.271 jiwa sudah bekerja. Artinya yang ditanggung hanya 30 persen atau sekitar 195.545 jiwa yang  terdiri dari anak-anak  berusia dibawah 14 tahun dan para lanjut usia (lansia)  berumur 65 tahun keatas.

" Mestinya pada kondisi ini di Kukar itu masyarakatnya sudah banyak yang bisa menabung, seharusnya  sejahtera karena yang bekerja jauh lebih banyak dibanding yang tidak bekerja " beber
Ir Siti Nursiyah MSi , Kasubdit  Proyeksi Penduduk dari Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri  ( Kemendagri) saat tampil sebagai pemateri pada acara pemaparan buku Implikasi Proyeksi Penduduk yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil ) Kukar Jumat (12/12).

Namun demikian lanjut Siti , kita perlu melihat realita di lapangan apakah kondisi ini dirasakan oleh masyarakat. Artinya apakah ada korelasi atau hubungan  antara tingginya angka penduduk yang sudah bekerja dengan kebiasaan masyarakat untuk menabung.

Diterangkan Siti, dalam pemaparan implikasi proyeksi penduduk Kukar  akan disajikan implikasi proyeksi penduduk terhadap rencana pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, penyiapan pangan, sarana dan prasarana pemerintahan, pengedalian penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB) dan sebagainya.

" Semua program pembangunan yang dilakukan pemerintah semuanya mengarah atau bermuara pada peningkatan kesejahteraan penduduk dimana ia berada " jelas Siti.

Dalam acara yang diikuiti 60 peserta yang terdiri para Camat, Kasi Pemerintahan dan utusan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait, Siti mengungkapkan bahwa  Kukar satu-satunya Kabupaten di Kaltim yang telah berhasil menyusun  proyeksi penduduk .Kukar telah menjadi pelopor di Kaltim

" Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi . Kita pantas berbangga Kukar sudah punya proyeksi penduduk hingga tahun 2039. Mari kita manfaatkan semaksimal mungkin proyeksi penduduk ini untuk perencanaan pembangunan di masing-masing SKPD "  ajaknya.

Lebih jauh Siti menjelaskan, idealnya semua proses perencanaan pembangunan di Kukar harus berbasis pada data kependudukan.  Karena sudah diamanatkan oleh Undang-Undang (UU) No.24 tahun 2013 tentang Adminsitrasi Kependudukan (Adminduk). Pada pasal 58 menyebutkan bahwa untuk perencanaan pembangunan berasal dari data kependudukan yang dikeluarkan
Kemendagri.

Data itu sambung Siti, dipakai untuk penyelenggaraan  Pilkada,  penetapan Dana Alokasi Umum (DAU), pencegahan kriminalitas dan pelayanan publik. Untuk pelayanan publik BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan sudah link atau sudah menandatangani kerjasama.  Bareskrim POLRI juga sudah link untuk identifikasi orang yang dicari atau dicurigai termasuk identifikasi jenazah yang tidak dikenal.

Untuk perencanaan pembangunan kata Siti, Bappenas sudah mengidentifikasi jenis data mana yang dipakai. Jauh sebelumnya  lembaga lain juga sudah memanfaatkan data kependudukan ini.

" Oleh sebab itu SKPD terkait jangan ragu untuk menggunakan data dari Disdukcapil. Karena sudah amanat UU. Data yang dimiliki Disdukcapil merupakan satu-satunya sumber data yang sah " tegasnya.

Sementara itu Kepala Disdukcapil Kukar Drs Getsmani Zeth MM menjelaskan, bagi SKPD yang menginginkan  data implikasi proyeksi penduduk  2014 - 2039  dapat menghubungi Disdukcapil Kukar.

" Silakan datang ke Disdukcapil kami siap melayani. Data implikasi proyeksi penduduk kami sajikan dalam format cetakan dan softcopy "  ujar Getsmani.


**hasis/admin

There are no comments

Posting comments after three months has been disabled.