Berita

​Jelang Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008

​Jelang Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008

PEGAWAI DISDUKCAPIL DILATIH BERPIDATO
TENGGARONG- Sebanyak 30 orang pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara dilatih teknis berpidato di depan umum atau public speking. Pelatihan yang berlangsung sehari  belum lama ini menghadirkan Rina Juwita,SIP MHRIR dari Samarinda sebagai narasumber.

Kepala Disdukcapil Kukar Drs Getsmani Zeth MM diwakili Sekretaris H Hardiansyah SE MM dalam sambutannya saat membuka pelatihan tersebut mengatakan, pelatihan public speaking ini bertujuan untuk mendukung jelang penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008  di Disdukcapil 2015. Selain itu untuk mengasah kemampuan berkomunikasi pegawai yang bertugas dibagian pelayanan.

Dijelaskan Hardiansyah, Disdukcapil adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pelayanan publik di bidang penyelenggaraan administrasi kependudukan yang tidak berorientasi mencari keuntungan atau profit oriented.

Oleh sebab itu kata dia pada segenap diri pegawai Disdukcapil terpatri keinginan bagaimana caranya menciptakan regulasi pelayanan  yang semakin baik, semakin meningkat dan kostumer atau masyarakat merasa puas atas pelayanan yang diberikan . Dan ISO sendiri bukan tujuan akhir tapi momentum sebagai upaya agar pelayanan berjalan lebih baik, lebih mudah tidak bertele-tele. Goalnya adalah kepuasan pelanggan.

Dikatakan Hardiansyah, salah satu syarat  terpenting dan menentukan untuk mencapai kepuasan pelanggan itu adalah bagaimana berkomunikasi yang baik. Memberikan informasi yang jelas lugas  ,tuntas, beretika  sehingga dipahami pelanggan. Jika aspek komunikasi buruk , tak simpatik maka sudah pasti pelanggan tak mengerti ,merasa kecewa bahkan muncul rasa antipati dan kebencian.

" Kepada peserta pelatihan public speaking saya meminta agar mengikuti pelatihan ini dengan serius, seraplah semua ilmu yang diberikan dan aplikasikanlah ilmu itu saat melayani warga nanti " harapnya.

Sementara itu Rina Juwita yang tampil sebagai narasumber menjelaskan, ada tiga cara atau tipe berpidato di depan umum yakni pidato yang memberikan informasi,menjelaskan,melaporkan dan menggambarkan tentang sesuatu.  Kemudian pidato yang membujuk serta pidato yang materinya menghibur audien atau lawan bicara.

Menurut Rina ada tiga gaya saat berpidato atau  berbicara yakni ada yang berpenampilan menawan, santai. Ada juga yang bersemangat berapi-api dan ada juga yang seluruh penampilannya membosankan tak sedap dipandang.

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unmul ini menerangkan,  ada empat metode pidato  yaitu membaca naskah kata demi kata atau menggunakan teks tertulis, ada juga mengandalkan ingatan dalam memori otak, berbicara secara dadakan spontanitas dan pidato tanpa persiapan tanpa dipikirkan sebelumnya.

Menurut kandidat dokter program studi ilmu sosial Universitas Airlangga Surabaya ini sebelum tampil berpidato harus ada persiapan yang matang yakni mengumpulkan bahan, contoh-contoh materi, data statistik dan kesaksian atau testimoni. Sebab kata dia persiapan yang baik akan mencegah hasil yang buruk saat berpidato.

Persiapan lain kata dia adalah tanamkan diotak dan dihati bahwa anda dibutuhkan dan tumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi (self confidence). Kemudian perhatikan siapa lawan bicara. Gunakan bahasa mereka dan tanamkan rasa simpati serta empati.

" Usahakan pula saat memulai pidato mengeluarkan anekdot , cerita lucu tujuannya untuk mencairkan dan menghangatkan suasana " ujar Master Human Resources and Industrial Relations The University of  Western Australia ini.

Dia juga mengingatkan bila mau menyampaikan kritik mulailah dengan menyampaikan apresiasi atau perhatian dan dalam menyampaikan materi pidato selalu bertahap. Jangan bermental menerabas, potong kompas. Bila ini dilakukan akan membuat  materi yang disuguhkan sulit dipahami oleh audien.

Menurut pemakalah dan pamateri public speaking di berbagai lembaga di kaltim ini , saat berpidato harus pandai membangun tampilan tubuh .Saat memulai pidato pastikan kita mendapatkan perhatian.  Materinya mengejutkan dan memikat serta membangkitkan rasa ingin tahu.

Upayakan sambung dia, diakhir pidato ada kesimpulan untuk memperkuat ide utama materi pidato tadi.

**hasis/admin

There are no comments

Posting comments after three months has been disabled.