Berita

​Jumlah Penduduk Miskin Kukar Turun

​Jumlah Penduduk Miskin Kukar Turun

TENGGARONG - Hasil verifikasi dan validasi database rumah tangga miskin yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2014 lalu menyimpulkan angka penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 3,2 persen dari 51.758 jiwa tahun 2013 menjadi 50.085 jiwa di tahun 2014. 

Kepala Disdukcapil Kukar Drs Getsmani Zeth MM saat ditemui diruang kerjanya Senin siang  (204) menjelaskan, verifikasi dan validasi database rumah tangga miskin dilakukan setiap tahun melibatkan para  aparat desa dan  seluruh  Ketua RT se Kukar.

Data awal yang dipakai  lanjut Getsmani adalah data program perlindungan sosial atau PPLS 2008 yang setiap tahun terus divalidasi hingga tahun 2014 lalu.  Dari hasil verifikasi database rumah tangga miskin ini memperlihatkan tingkat kemiskinan di Kukar hanya 7,76 persen dari jumlah penduduk 645.817 jiwa.

 Ia menyebutkan, ada 14 kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah penduduk tersebut masuk kategori miskin. Bila  sembilan kriteria atau variabel  terpenuhi maka penduduk tersebut termasuk orang miskin.

Sembilan kriteria itu sambung dia diantaranya luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 meter persegi perorang, tidak memiliki fasilitas buang air besar atau bersama tetangga lain, hanya sanggup makan satu kali sehari, tidak sanggup membayar pengobatan di Pusekemas, sumber penerangan tidak menggunakan listrik , sumber air minum berasal dari sumur dan lain-lain.

Menurunnya angka kemiskinan  di Kukar ini menurut Getsmani pertanda semakin membaiknya taraf ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.

" Memang belum ada survey dilakukan untuk mengetahui korelasi antara membaik ekonomi  warga dan turunnya angka kemiskinan di Kukar, namun menurut analisa saya secara kasat mata penurunan angka kemiskinan itu disebabkan adanya pembangunan yang dilakukan selama ini oleh pemerintahan ibu Bupati Rita Widyasari melalui program Gerbang Raja ( Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera ) " ungkapnya

Lebih jauh mantan Camat Tabang ini menyebutkan melalui program Gerbang Raja telah dibangun infrastruktur jalan secara merata yang memudahkan akses transportasi  dari satu wilayah ke wilayah lain menjadi lancar termasuk lancarnya menjual produk pertanian dan lain-lain.

Selain pembangunan infrastruktur yang menjadi konsen Bupati menurut Getsmani ada juga program Alokasi Dana Desa (ADD), dimana melalui ADD ini program pembangunan direncanakan sendiri oleh desa dan warganya sesuai kebutuhan.

Program lain yang cukup memberi andil semakin membaiknya ekonomi warga kata dia lagi adalah diluncurkannya dana bergulir untuk Kelompok Usaha Bersama Perempuan (KUBP). Melalui KUBP ini kaum perempuan di Kukar mampu menambah pendapatan keluarga.
 

Senada dengan Getsmani, Kepala Desa Bila Talang Kecamatan Tabang, Liq Hermansyah pun berpendapat sama. Menurut Liq  angka penduduk miskin di desanya  mengalami penurunan dari 6 orang tahun 2013 menjadi 3 orang tahun 2014. Penurunan itu kata dia karena sekarang sudah dibangun jalan dengan konstruksi beton membuat lancarnya transportasi di Tabang, mudah menjual hasil pertanian dan lain-lain  ke desa-desa  sekitarnya.

" Ada juga warga miskin dari desa saya yang  diterima bekerja di perkebunan kelapa sawit, bahkan ada diantaranya yang mampu membeli mobil truk " beber Liq saat dilakukan sosialisasi Desa Mandiri di Bila Talang oleh Disdukcapil Kukar beberapa waktu lalu.

Sekadar diketahui bagi yang menginginkan database Rumah Tangga Miskin 2014 silakan menghubungi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pembantu (PPIDP) Disdukcapil baik secara langsung atau di layani melalui email dengan contact person 08125827394 atau Pin BB 7649CC9C.

**hasis/admin

There are no comments

Posting comments after three months has been disabled.